Hipotesis Penelitian, Metode Penelitian, Statistika

Apa Perbedaan Hipotesis Statistik dan Hipotesis Penelitian?

Written by hakaze kusaribe · 3 min read >
Perbedaan Hipotesis Statistik dan Hipotesis Penelitian
Perbedaan Hipotesis Statistik dan Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah sebuah istilah yang sangat familiar dalam penelitian. Asal mula kata “hipotesis” sendiri berakar dari bahasa Yunani – “hypo” yang berarti “di bawah” dan “thesis” yang berarti “pendirian yang ditegakkan atau kepastian”.

Definisi dari hipotesis sendiri adalah pendapat yang kebenarannya masih dipertanyakan. Karena itu, hipotesis perlu dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya untuk memastikannya. Selain itu, secara umum terdapat dua jenis hipotesis, yaitu hipotesis statistik dan hipotesis penelitian. Lalu, apa perbedaaan hipotesis statistik dan hipotesis penelitian?

Perbedaan Hipotesis Statistik dan Hipotesis Penelitian

Hipotesis Statistik

Secara umum, hipotesis statistik merupakan sebuah dugaan atau pernyataan terkait dengan keadaan populasi, di mana dugaan atau pernyataan tersebut masih bersifat sementara dan tingkat kebenarannya masih lemah. Karena itu, pernyataan tersebut perlu diuji terlebih dahulu, yang berarti harus dinyatakan atau berbentuk kuantitas dengan tujuan untuk mencari tahu apakah pernyataan tersebut kebenarannya ditolak atau diterima. Jika hasilnya ditolak, artinya kebenaran pernyataan tersebut dibantah atau disangkal. Jika hasilnya diterima, artinya kebenaran pernyataan telah dipastikan kebenarannya.

Pahami dengan baik bahwa hipotesis statistik digunakan hanya jika Anda akan mengambil sampel dari sebuah populasi, lalu mengujinya dengan menerapkan statistik inferensial, yang bertujuan untuk menguji apakah sampel tersebut bisa mewakili populasi atau tidak.

Apabila Anda mengambil data dengan teknik atau cara sensus, di mana data yang diambil berasal dari populasi, Anda tidak wajib merumuskan hipotesis statistik. Hal yang sama juga berlaku apabila penelitian Anda tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi yang membuktikan apakah sampel tersebut bisa mewakili populasi atau tidak.

Hipotesis Penelitian

Sementara itu, untuk hipotesis penelitian, penjelasannya perlu dilakukan dengan ilustrasi berikut ini untuk membantu Anda lebih memahaminya serta memahami perbedaan hipotesis statistik dan hipotesis penelitian juga. Misalnya Anda mendapatkan kabar dari teman bahwa SD yang lokasinya dekat rumah bahwa jumlah murid baru yang diterima adalah sebagian besar laki-laki.

Kemudian, Anda pun mengunjungi SD tersebut dan mengecek laporan penerimaan murid baru berdasarkan jenis kelamin. Dari laporan tersebut, Anda menemukan bahwa total murid baru yang diterima adalah 100 siswa, dengan 60 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Dari sini, dugaan teman Anda pun dibenarkan, bahwa memang benar jumlah murid baru yang diterima adalah lebih banyak laki-laki. Ilustrasi inilah yang dimaksud sebagai hipotesis penelitian.

Contoh Hipotesis Statistik dan Hipotesis Penelitian

Contoh Hipotesis Statistik

Sekarang, silahkan simak ilustrasi untuk hipotesis statistik berikut ini. Kali ini, Anda mendengar informasi dari teman bahwa karyawan di restoran di dekat kantor Anda – sebut saja Restoran ABC – penampilannya menarik semua. Di sana, total karyawannya ada 50 orang, yang berarti bahwa 50 karyawan adalah populasinya.

Anda pun dengan semangat mendatangi Restoran ABC tersebut, di mana Anda bertemu dengan 15 karyawannya. Di sini, 15 karyawan tersebut menjadi sampel yang Anda teliti. Dan dari 15 karyawan tersebut, 11 di antaranya memang benar berpenampilan menarik.

Hanya saja, apakah 11 dari 15 sampel tersebut sudah bisa menjadi pegangan kuat untuk membuat kesimpulan bahwa memang benar semua karyawan di Restoran ABC berpenampilan menarik? Inilah yang disebut sebagai “hipotesis statistik”, yang setelahnya perlu diuji terlebih dahulu, alias “uji hipotesis”.

Dalam proses pengambilan keputusan tersebut, idealnya Anda juga harus tahu rataan dari populasi. Tapi, kenyataannya Anda hanya memperoleh dari rataan sampel yang “dipaksakan” sebagai sebuah statistik. Karena itu, sebuah alat uji yang tepat dibutuhkan agar Anda dapat menarik kesimpulan yang sah lewat rataan sampel. Nah, alat itulah yang dimaksud sebagai hipotesis statistik.

Tingkat kebenaran alat uji tersebut hanya bisa diketahui lewat pengamatan seluruh populasi (sensus). Tapi, sensus efektif dan praktis hanya jika populasinya kecil seperti ilustrasi Restoran ABC di atas. Jika populasinya luas, sampel tetap menjadi pilihan yang praktis dan ideal dalam penelitian. Kemudian, pilah jadi dua kategori: hipotesis ditolak jika penunjuk sampel tidak sesuai dengan hipotesis, dan hipotesis diterima jika terdapat kesesuaian.

Anda perlu ingat bahwa kebenaran yang muncul dalam proses perumusan hipotesis statistik adalah dikarenakan petunjuk yang tidak cukup untuk menolaknya. Meski demikian, hipotesis tersebut bukan berarti benar secara mutlak.

Contoh Hipotesis Penelitian

Terdapat 3 macam hipotesis yang akan admin bagikan.

1. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis ini mendefinisikan sebuah dugaan yang bersifat sementara, yang mana variabelnya bersifat mandiri.

Contoh:

Seorang peneliti ingin melakukan penelitian apakah Teknologi AR (Augmented Reality) dapat dimanfaatkan secara efektif untuk media pembelajaran atau tidak.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah: Apakah Teknologi AR (Augmented Reality) efektif untuk untuk media pembelajaran atau tidak?

Dalam penelitian ini, variabel tunggal dalam penelitian ini adalah Teknologi AR (Augmented Reality). Maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif. Maka hipotesis yang dapat peneliti buat adalah:

Ho: Teknologi AR (Augmented Reality) efektif untuk untuk media pembelajaran.

H1: Teknologi AR (Augmented Reality) tidak efektif untuk untuk media pembelajaran.

2. Hipotesis Komparatif

Hipotesis ini mengandung dugaan sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan antara dua variabel.

Contoh:

Seorang peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui apakah mahasiswa Universitas Unisbank Semarang lebih banyak bekerja sambil kuliah dibanding dengan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.

Rumusan masalah: Apakah Universitas Unisbank Semarang dan Universitas Dian Nuswantoro sama-sama memiliki mahasiswa yang bekerja sambil kuliah ?

Penelitian ini memiliki variabel jamak, yaitu mahasiswa Universitas Unisbank Semarang yang bekerja dan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang bekerja.

Maka terdapat dua hipotesis perbandingan, sebagai berikut:

Ho: Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah di Universitas Unisbank Semarang sama banyaknya dengan mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro.

H1: Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah di Universitas Unisbank Semarang memiliki jumlah yang berbeda dengan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.

3. Hipotesis Asosisatif

Hipotesis ini merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan sebuah hubungan antar dua variabel.

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah Game Mobile Legend dapat membuat anak-anak malas dalam belajar.

Rumusan Masalah: Apakah Game Mobile Legend dapat membuat anak-anak malas dalambelajar?

Dalam penelitian ini, variabel lebih dari satu, yang artinya jamak. Variabel pertama adalah Game Mobile Legend dan yang kedua adalah anak-anak malas dalam belajar.

Ho: Game Mobile Legend membuat anak-anak menjadi malas dalam belajar.

H1: Game Mobile Legend tidak membuat anak-anak menjadi malas dalam belajar.

Nah selesai juga admin ngetik, semoga dengan adanya postingan ini, dapat bermanfaat untuk banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *