Metode Penelitian, Penelitian Kualitatif, Penelitian Kuantitatif, Sampling

Pengertian Teknik Sampling dan Jenisnya Dalam Penelitian

Written by hakaze kusaribe · 2 min read >
Teknik Sampling dalam Penelitian
Teknik Sampling dalam Penelitian

Teknik sampling merupakan teknik yang dipergunakan dalam menentukan sampel untuk penelitian. Karenanya, penelitian yang baik perlu memerhatikan penggunaan teknik sampling dalam penelitian yang tepat dalam menentukan sampel yang akan diambil serta digunakan sebagai subjek penelitian.

Mengacu pada Sugiyono (2001), terdapat beragam jenis teknik sampling dalam penelitian, yang dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling.

Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel ini merupakan teknik di mana setiap anggota atau unsur populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel. Lewat probability sampling, pengambilan sampel dari populasi yang ada dilakukan secara acak.

Jenis-jenis probability sampling adalah sebagai berikut:

1. Simple random sampling.

Merupakan teknik di mana sampel benar-benar dilakukan secara acak tanpa mempertimbangkan strata (tingkatan) di dalam populasinya dan digunakan untuk mendapatkan sampel secara langsung pada unit sampling. Cara ini dilakukan jika anggota populasi yang ada dinilai homogen.

2. Proportionate stratified random sampling.

Teknik ini bisa diaplikasikan pada populasi dengan susunan berlapis atau bertingkat, di mana anggota atau unsurnya tidak homogeny maupun tidak berstrata secara proposional.

3. Disproportionate stratified random sampling.

Teknik sampling ini digunakan dalam menentukan jumlah sampel jika populasinya memiliki strata, tapi kurang proporsional.

4. Cluster sampling (area sampling).

Dengan teknik ini, sampel diambil jika populasi tidak terdiri atas unit individu, melainkan kelompok individu alias cluster. Penggunaan teknik ini ideal dilakukan jika sumber data atau objek penelitian yang ada sangat luas.

Nonprobability Sampling

Nonprobability sampling merupakan kategori teknik sampling dalam penelitian di mana setiap anggota atau unsur populasi tidak memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Yang termasuk di dalam kategori nonprobability sampling adalah:

1. Systematic sampling (sampling sistematis).

Teknik penentuan sampel yang satu ini dilakukan dengan mengacu pada urutan atau nomor urut yang telah diberikankepada masing-masing anggota populasi.

2. Quota sampling.

Teknik quota sampling merupakan teknik yang digunakan untuk membantu memilih sampel berdasarkan ciri-ciri tertentu yang telah ditetapkan hingga kuota yang dibutuhkan telah terpenuhi. Jadi, jumlah populasi bukanlah perhitungan utamanya, tapi lebih fokus pada klasifikasi atau pengelompokan populasi ke dalam beberapa grup. Nantinya, sampel diambil berdasarkan quorum (jatah) tertentu yang telah ditentukan pada masing-masing kelompok. Proses pengumpulan datanya sendiri dilakukan secara langsung pada unit sampling. Apabila quorum telah terpenuhi, proses pengumpulan data pun dihentikan.

3. Accidental sampling.

Teknik yang satu ini merupakan teknik sampling dalam penelitian yang didasarkan pada faktor “kebetulan” (aksidental atau accidental). Artinya, siapa saja yang kebetulan berpapasan dengan peneliti dapat menjadi sampel jika memang dianggap sesuai menjadi sumber data penelitian.

4. Purposive sampling.

Sesuai dengan namanya, teknik pengambilan sampling dalam penelitian yang satu ini merupakan teknik di mana sampel ditentukan dengan pertimbangan tertentu, alias dengan tujuan tertentu (purposive). Pemilihan kelompok subjek dengan teknik ini biasanya mengacu pada ciri-ciri tertentu yang dianggap berkaitan erat dengan ciri-ciri populasi yang telah diketahui. Jadi, unit sampel disesuaikan terlebih dahulu dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan permasalahan atau tujuan penelitian. Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif.

5. Sampling jenuh (sensus).

Sampling jenuh merupakan sebuah teknik pemilihan sampel untuk penelitian yang digunakan apabila seluruh anggota populasi digunakan oleh peneliti sebagai sampel. Biasanya, teknik ini dilakukan apabila jumlah populasi yang ada memang relatif kecil. Karena itu, teknik sampling jenuh juga sering disebut dengan istilah sensus, yang berarti seluruh anggota populasi menjadi sampel penelitian.

6. Snowball sampling.

Snowball sampling merupakan teknik di mana sampel yang diambil pada awalnya berjumlah kecil. Kemudian sampel ini akan diminta untuk mengajak teman-temannya agar menjadi sampel juga, sehingga jumlahnya makin lama makin banyak. istilah snowball atau bola salju ini digunakan karena bola salju yang menggelinding akan semakin membesar ukurannya. Serupa dengan purposive sampling, teknik snowball sampling juga sangat sering digunakan dalam penelitian kualitatif.

Nah, itulah 10 jenis teknik sampling dalam penelitian yang dapat Anda kenal dan pelajari terlebih dahulu untuk membantu Anda memutuskan teknik sampling yang tepat berdasarkan kebutuhan penelitian Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *