Metode Penelitian

Penjelasan Lengkap Metode Penelitian

Written by hakaze kusaribe · 5 min read >
metode penelitian
metode penelitian

Pengertian Metode Penelitian

Metode penelitian adalah prosedur atau langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Bisa dibilang metode penelitian adalah cara sistematis untuk mengetahui langkah-langkah dalam pemecahan masalah (melakukan penelitian). Teknik yang dilakukan untuk melakukan atau melaksanaan penelitian disebut “metode penelitian”.

Secara umum, metode penelitian adalah suatu metode atau cara tertentu yang dipilih secara spesifik untuk memecahkan masalah yang diajukan dalam sebuah penelitian.

Untuk melakukan penelitian, tentunya banyak yang harus di persiapkan, hal ini dilakukan agar penelitian berjalan dengan lancar dan sukses. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk melakukan penelitian:

  1. Penentuan dan memilih masalah
  2. Mencari latar belakang masalah
  3. Perumusan atau mengindentifikasi masalah
  4. Telaah kepustakaan
  5. Tujuan dan kegunaan penelitian
  6. Perumusan hipotesis
  7. Metode penelitian

Biasanya langkah-langkah tersebut ditulis dalam proposal (Outline penelitian) atau rancangan penelitian. Serta pada tahapan ini si peneliti harus aktif, kritis dan skeptis agar data yang diperoleh akurat. Aktif dalam mencari data, kritis dalam membandingkan data dengan masalah dan skeptis karena masih ada yang diragukan.

Pengertian Metode Penelitian Menurut Para Ahli

1. Wiradi

Metode merupakan seperangkat langkah dari apa yang harus dikerjakan secara tersusun & sistematis.

2. Titus

Metode adalah serangkaian cara & langkah-langkah yang tertib untuk menegaskan suatu bidang keilmuan.

3. Almadk

Metode ialah cara dengan menerapkan berbagai prinsip yang logis terhadap suatu penemuan & penjelasan kebenaran.

4. Drs.Agus M. Hardjana

Metode adalah cara yang telah dipikirkan secara matang yang dilakukan dengan mengikuti, beberapa langkah-langkah tertentu demi tercapainya sebuah tujuan.

5. Departemen Sosial RI

Metode merupakan suatu cara teratur yang digunakan dalam menjalankan suatu pekerjaan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

6. Pasaribu Simanjuntak

Metode merupakan suatu cara sistematik yang digunakan demi tercapainya sebuah tujuan.

7. Muhiddin Sirat

Metode penelitian adalah suatu cara memilih masalah & penentuan judul penelitian.

8. Hebert Bisno

Metode ialah teknik yang digeneralisasikan dengan baik & benar agar bisa diterima ataupun digunakan dalam satu disiplin ilmu ataupun bidang disiplin & praktek.

9. Rosdy Ruslan

Metode sebagai kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan cara kerja dalam memahami suatu subjek maupun objek penelitian dalam upaya menemukan jawaban secara ilmiah & keabsahannya dari sesuatu yang diteliti.

10. Sugiyono

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan & kegunaan tertentu.

Tujuan Penelitian

Seorang peneliti yang melakukan penelitian tentunya memiliki tujuan. Tujuan tersebut adalah hal yang ingin peneliti capai dengan menyelesaikan sebuah penelitian. Biasanya tujuan penelitian merupakan ungkapan keinginan peneliti untuk memperoleh jawaban dari permasalahan penelitian yang di ajukan.

Tujuan penelitian harus jelas, agar penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun banyak orang. Dalam beberapa penelitian dengan permasalahan yang sederhana, terlihat bahwa tujuan penelitian seperti mengulang dari rumusan masalah, hanya saja rumusan tersebut dinyatakan dengan pertanyaan, bukan tujuan yang dituangkan seperti halnya “tujuan penelitian”. Apabila permasalahan yang diteliti relatif kompleks, maka tujuan permasalahan harus jelas agar dapat memberikan arahan yang jelas saat proses pelaksanaan penelitian.

Tujuan Penelitian Secara Umum:

  1. Untuk memperoleh pengetahuan, teori atau penemuan baru.
  2. Untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan dari teori yang sudah ada.
  3. Mengembangkan penelitian yang sudah ada.

Tujuan Penelitian Menurut Para Ahli:

  1. Eksploratif, sebuah penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum belum pernah ada atau ditemukan.
  2. Verifikatif adalah sebuah penelitian yang sudah ada, yang diteliti kembali dengan tujuan untuk memperkuat atau menggugurkan teori atau pengetahuan yang sudah ada.
  3. Development adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah penelitian yang sudah ada.

Berbedaan Tujuan Umum dan Khusus Penelitian:

  • Tujuan Umum adalah sebuah tujuan secara keseluruan penelitian yang ingin dicapai oleh sang peneliti.
  • Tujuan Khusus adalah tujuan yang lebih spesifik, biasanya tujuan khusus diambil dari penjabaran tujuan umum.

Bagaimana Cara Membuat Tujuan Penelitian ?

  1. Melihat dari rumusan masalah dan cermati.
  2. Mencari kata operasional yang tepat untuk menjawab rumusan masalah.

Contoh Tujuan Penelitian

Contoh 1: Menjaga Kesehatan Jantung

Dapat mengetahui cara menjaga kesehatan jantung.

Contoh 2: Bahaya Internet Bagi Remaja

Dapat menjelaskan bahaya internet bagi remaja.

Contoh 3: Pencemaran Dalam Lingkungan Hidup

Untuk mengetahui jenis-jenis pencemaran lingkungan hidup.

Contoh 4: Adakah hubungan antara panjang rambut dengan keterampilan membaca siswa?

Menidentifikasi hubungan antara panjang rambut dengan keterampilan membaca siswa.

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis ini seperti tujuan dari penelitian verifikatif. Tujuannya sendiri adalah untuk memperkuat atau menggugurkan pengetahuan atau teori yaang sudah ada (dari suatu penelitian). Manfaat teoritis ini muncul saat ketidak puasan atau keraguan dari sebuah teori, dan menyelidikinya secara empiris.

Contoh: Pengembangan media pembelajaran secara lebih lanjut. Serta menjadi sebuah nilai tambahan khasanah pengetahuan ilmu dalam bidang pendidikan di Indonesia.

Manfaat Praktis

Penelitian dengan manfaat praktis adalah sebuah manfaat yang berguna untuk memecahkan masalah yang praktis.

Contoh: Untuk mengatasi persoalan menurunnya kinerja sekolah

Macam-Macam Metode Penelitian

Ada 4 macam metode penelitian mengacu pada bentuk penelitian, tujuan, sifat masalah dan pendekatan. Setiap penelitian yang dilakukan tentunya memiliki metode yang berbeda, tergantung dari proses dan langkah-langkah dalam menyelesaikannya.

4 Macam Metode Penelitian

1. Metode Eksperimen (Menguji-cobakan)

Metode Eksperimen (Menguji-cobakan) adalah penelitian untuk menguji efektif atau tidaknya variabel yang di gunakan pada penelitian. Untuk menguji efektif atau tidaknya variabel tersebut, peneliti membutuhkan variabel kontrol. Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk menguji hipotesis yang dirumuskan secara ketat. Penelitian ini biasanya dilakukan pada bidang yang bersifat eksak. Sedangkan untuk bidang sosial biasanya menggunakan metode survey eksplanatory, metode deskriptif dan historis.

2. Metode Verifikasi (Pengujian)

Metode Verifikasi (Pengujian) adalah metode penelitian yang menguji seberapa jauh tujuan yang digariskan tercapai atau sesuai dengan harapan atau teori yang baku. Tujuan penelitian verifikasi adalah untuk menguji teori yang sudah ada guna untuk menyusun teori baru dan menciptakan pengetahuan baru. Lebih baiknya metode ini berkembang menjadi grounded research, yang berarti metode yang menyajikan suatu pendekatan baru dengan data sebagai sumber teori.

3. Metode Deskriptif (Mendiskripsikan)

Metode Deskriptif (Mendiskripsikan) adalah metode yang digunakan untuk mencari berbagai hal yang bersifat mendeskripsikan seperti unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu masalah atau fenomena. Metode ini di lakukan dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpresentasikannya. Dalam proses menggunakan metode deskriptif pelaksanaannya dilakukan menggunakan teknik survey, studi kasus, studi konparatif, studi waktu dan gerak, analisis tingkah laku, dan analisis dokumenter.

4. Metode Historis (Merekonstruksi)

Metode Historis (Merekonstruksi) adalah sebuah metode penelitian yang meneliti sesuatu yang terjadi di masa lalu/masa lampau. Dalam implementasinya, metode ini dilakukan dengan suatu bentuk studi yang bersifat komparatif-historus, yuridis, dan bibliografik. Penelitian historis bertujuan untuk menemukan generalisasi dan membuat rekonstruksi masa lampau, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan bukti-bukti guna memperoleh kesimpulan yang kuat.

Macam-Macam Bentuk Penelitian

Menurut Sifat Masalahnya (Dirjen Dikti, 1981)

1. Penelitian Historis

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensistensiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan bukti-bukti untuk memperoleh kesimpulan yang akurat.

Contoh: Studi tentang Praktek Bawon di Pulau Jawa.

2. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual (nyata) dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada. Nah bila diambil beberapa sampelnya saja, bisa didisebut survey deskriptif.

Contoh: Survey Kesadaran Masyarakat Untuk Berhemat Listrik.

3. Penelitian Perkembangan

Penelitian perkembangan adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu.

Contoh: Studi Kecenderungan Tentang Pola-Pola Perubahan X.

4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial (individu, kelompok, dan masyarakat). Penelitian ini cirinya bersifat mendalam tentang suatu unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisir.

Contoh: Studi Kasus yang dilakukan Piaget tentang Perkembangan Kognitif pada Anak-anak.

5. Penelitian Eksperimen

Bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab dan akibat dengan cara menggunakan kepada suatu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan sesuatu atau lebih kelompok kontrol.

Contoh: Eksperimen tentang gajala-gejala alam.

Langkah-Langkah Penelitian

Untuk melakukan sebuah penelitian tentunya langkah-langkah penelitian yang benar harus diterapkan, agar penelitian berjalan dengan lancar.

Berikut adalah 11 langkah-langkah dalam melakukan penelitian:

  1. Mengindentifikasi dan merumuskan masalah
  2. melakukan studi pendahuluan
  3. merumuskan hipotesis
  4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
  5. menentukan rancangan dan desain penelitian
  6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
  7. menentukan subjek penelitian
  8. melaksanakan penelitian
  9. melakukan analisis data
  10. merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
  11. menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.

Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian diperlukan untuk mendukung suksesnya penelitian. Sumber data yang valid dan dapat dipercaya merupakan sumber data yang kuat untuk sebuah penelitian. Ada 2 jenis sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dengan sumber data diatas, masing-masing terdapat alat pengumpulan berupa angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Jenis Sumber Data

1. Primer

Data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli dan tidak melalui media perantara. Data primer bisa berupa opini orang secara individu maupun kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda fisik, kejadian atau kegiatan dan hasil pengujian.

Metode untuk mendapatkan data primer ada 2, yaitu metode survey dan observasi. Metode survey sendiri merupakan metode yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. Metode ini memerlukan kontak dan hubungan peneliti dengan objek penelitian untuk memperoleh data. Untuk mendapatkan data biasanya peneliti menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Sedangkan metode observasi adalah proses pencatatan pola perilaku orang, benda dan kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu yang di teliti.

2. Sekunder

Sumber data sekunder diproleh peneliti secara tidak langsung atau melalui media perantara. Data sekunder biasanya di peroleh dari bukti, catatan atau laporan historis yang telah disusun dalam arsip.

Untuk melakukan pencarian data sekunder, dilakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. Identifikasi ini dapat berupa membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang diteliti ?
  2. ata sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.

Jenis – Jenis Metode Penelitian

Ada 2 jenis metode penelitian, yaitu Kualitatif dan Kuantitaif, yang masing-masing memiliki perbedaan dan sangat penting untuk di pelajari.

1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak bergantung pada data yang bersifat numerik atau angka, tapi lebih berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang berguna untuk penelitian. Para peneliti menggunakan teknik penelitian berupa observasi, eksperimen dan wawancara untuk mendapatkan data. Data yang diperoleh akan bersifat deskriptif karena mendapatkan data langsung dari sumber.

2. Penelitian Kuantitatif

Berbeda dengan penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif menggunakan angka sebagai bahan untuk menganalisa penelitiannya. Penelitian kuantitatif dapat berupa deskriptif, korelasi, dan asosiatif tergantung dari hubungan variabelnya. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya untuk menguji teori, menstabilkan fakta, deskripsi statistik, menunjukkan hubungan antar variable dan memprediksi. Hasil akhir dari penelitian kuantitatif berhubungan dengan angka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *