Metode Penelitian, Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif: Pengertian, Ciri, langkah, Jenis

Written by hakaze kusaribe · 3 min read >
penelitian kualitatif
Penelitian Kualitatif

Pengertian Metode Kualitatif

Pada dasarnya metode penelitian dapat dibagi menjadi dua yaitu metode kualitatif dan juga metode kuantitatif. Pengertian penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan deskripsi kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hasil penelitian ini tidak diperoleh melalui prosedur statistika atau bentuk hitungan lainnya. Alat pengumpul data atau instrument penelitian dalam metode penelitian ialah peneliti itu sendiri.

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Koentjaraningrat (1993)

Pengertian penelitian kualitatif menurut Koentjaraningrat (1993) adalah jenis penelitian yang menggnakan tiga format, yakni deskriptif, verifikasi, dan grounded research. Karektisrik dalam penelitian kualitatif ini cederung melakukan kajian yang cermat terhadap berbagai gejala sosial dalam masyrakat, baik secara individu ataupun dilakukan dalam kelompok sosial.

Moleong (2007)

Definisi penelitian kualitatif menurut Moleong (2007) adalah penelitian yang memberikan penggabaran yang jelas mengenai subjek dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif ini melakukan kajian yang holistik (menyeluruh) sehingga dalam metode penelitian kualitatif cenderung penelitian dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.

Dari pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang meletakan subjek penelitian sebagi sumber informasi mengenai masalah-masalah yang akan diteliti. Kajian penelitian ini umumnya dilakukan dengan langkah penelitian langsung di lapangan, seperti tinggal di area penelitian. Tujuannya ialah untuk memberikan analisa yang terduga.

Ciri-Ciri Penelitan Kualitatif

  • Analisis data dilakukan secara induktif
  • Sasaran penelitiannya bertujuan untuk menemukan teori – teori dasar
  • Lebih mementingkan proses daripada hasil
  • Penelitiannya bersifat deskriptif
  • Memiliki beberapa kriteria untuk memeriksa keabsahan data
  • Rancangan penelitiannya bersifat sementara
  • Hasil penelitiannya disepakati oleh peneliti dan subjek penelitian.

Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif

Merumuskan Masalah

Penetapan rumusan masalah merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu penelitian karena tanpa perumusan masalah yang jelas maka arah penelitian akan simpang siur. Perumusan masalah perlu dirumuskan untuk membatasi ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan agar penelitian yang dilakukan.

Dalam penelitian kualitatif ada 9 prinsip pokok dalam perumusan masalah yaitu:

  • Prinsip yang berkaitang dengan teoridari dasar
  • Prinsip yang berkaitan dengan maksud perumusan masalah
  • Prinsip hubungan faktor
  • Fokus sebagai wahana untuk membatasi studi
  • prinsip yang berkaitan dengan kriteria inklusi-ekslusi
  • Prinsip yang berkaitan dengan bentuk dan cara perumusan masalah
  • Prinsip sehubungan dengan posisi perumusan masalah
  • Prinsip yang berkaitan dengan hasil penelaahan kepustakaan
  • Prinsip yang berkaitan dengan penggunaan bahasa
  • Pembatasan masalah

Dalam penelitian kualitatif sering disebut fokus penelitian. Sejumlah masalah yang diidentifikasi dikaji dan dipertimbangkan apakah perlu direduksi atau tidak. Pertimbangannya antara lain atas dasar keluasan lingkup kajian masalah. Pembatasan masalah merupakan langkah penting dalam menentukan kegiatan penelitian. Pembatasan masalah dapat dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan antara lain:

  • Dapatkah masalah tersebut dikembangkan untuk diteliti ?
  • Adakah data atau informasi yang dapat dikumpulkan untuk menemukan jawaban atas masalah yang dipilih ?
  • Apakah masalah dan pemecahannya cukup bermanfaat ?
  • Apakah masalah tersebut baru dan actual ?
  • Sudah adakah orang yang melakukan pemecahan masalah tersebut ?
  • Apakah masalah tersebut layak diteliti dengan melihat kemampuan peneliti, akses memperoleh informasi, serta ketersediaan dana dan waktu ?
  • Penetapan fokus penelitian.

Dengan menetapkan fokus masalah berarti peneliti telah melakukan pembatasan bidang kajian, yang berarti pula membatasi bidang temuan. Menetapkan fokus berarti menetapkan kriteria data penelitian. Sebagai catatan bahwa dalam penelitian kualitatif dapat terjadi penetapan fokus penelitian baru dilakukan dan dipastikan pada saat peneliti berada di lapangan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan menemui sumber data. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengumpulan data adalah menciptakan hubungan yang baik antara peneliti dengan sumber data. Hal ini terkait dengan teknik pengumpulan data  biasanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan etnografi:

  • Wawancara, yaitu tanya jawab peneliti dengan narasumber, baik status narasumber sebagai informan maupun responden. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan leh dua pihak, yaitu pewawncara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.
  • Obeservasi, merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk memahami sebuah fenomena berdasarkan gagasan atau pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya.
  • Etnographi, adalah pendekatan yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. Pendekatan ini banyak dilakukan dalam penelitian kualitatif. Semua penelitian ini terbatas pada persoalan etnik dan lokasi geografis, tetapi sekarang telah diperluas denga memasukkan setiap kelompok dalam suatu organisasi (budaya bisnis dari suatu kelompok tertentu).

Mengolah Data

Analisis data kualitatif yang meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Selanjutnya, hal yang sama dilakukan secara kontinyu pada saat pengumpulan sampai akhir kegiatan pengumpulan data secara berulang sampai data jenuh (tidak diperoleh lagi informasi baru). Dalam hal ini, hasil analisis dan pemaknaan data akan berkembang, berubah, dan bergeser sesuai perkembangan dan perubahan data yang ditemukan di lapangan.

Melaporkan Hasil Penelitian

Laporan hasil penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban peneliti setelah melakukan kegiatan pengumpulan data dan penelitian dinyatakan selesai. Dalam konteks yang seperti ini, pelaporan hasil penelitian secara tertulis memiliki nilai guna setidaknya dalam empat hal, yaitu:

  • Sebagai kelengkapan proses penelitian yang harus dipenuhi oleh para peneliti dalam setiap kegiatan penelitian.
  • Sebagai hasil nyata peneliti dalam merealisasi kajian ilmiah.
  • Sebagai dokumen autentik suatu kegiatan ilmiah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat ataupun sesama peneliti.
  • Sebagai hasil karya nyata yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bergantung pada kepentingan peneliti.
  • Jenis Penelitian Kualitatif.

Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif

1. Fenomenologi

fenomenologi adalah jenis penelitian kualitatif yang berusaha untuk memberikan penjelasan suatu fenomena atau kejadian berdasarkan pemahaman dari hasil pemikiran informan atau objek penelitiannya. Fenomenologi ini sering kali berkaitan dengan penelitian-penelitian yang sifatnya membahas dinamika kelompok sosial dalam masyarakat.

Contoh penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi ini misalnya menganalis tentang Pemilihan Daerah yang seringkali di warnai dengan money politic (politik uang). Keberadaan politik uang di Indonesia telah lama terjadi dan hal ini tentu saja menjadi Pemilihan Daerah atau Pemilihan Presiden tidak mencerminkan sikap demokrasi yang baik.

2. Deskriptif

Deskriptif adalah jenis penelitian kualitatif yang berupaya untuk memberikan gambaran secara lengkap mengenai suatu bentuk permasalahan sosial yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu penelitian deskriptif cenderung lebih panjang dalam proses pengerjaannnya.

Contoh dalam penelitian kualitatif deskriptif ini misalnya memilih topik dalam konflik sosial di masyarakat. Bahasan mengenai konflik sosial harus dijelaskan dari latar belakang yang mempengaruhinya, dampaknya, sampai upaya proses penyelesainnya.

3. Studi Kasus

Studi kasus adalah jenis penelitian sosial yang bertujuan memberikan gambaran mendalam mengenai suatu kasus atau permasalahan pada unit sosial (bisa pada individu, kelompok, lembaga sosial, sebuah distrik, atau komunitas). Kasus yang diberikan dalam penelitian ini cenderung permasalahan berbeda atau khusus dan pada umumnya melibatkan periode waktu yang panjang.

Contoh penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus misalnya adalah kajian yang dilakukan dalam pernikahan usia muda. Pernikahan usia muda yang ada di desa lebih tinggi daripada pernikahan usia muda yang ada di perkotaan.

4. Penelitian Historis

Penelitian historis adalah penelitian yang bertujuan menjelaskan kembali peristiwa ataupun gejala sosial pada masa lampau. Penelitian jenis ini menggunakan tulisan, artefak, dan bukti-bukti peninggalan sejarah sebagai sumber informasi.

Contoh jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian historis ini misalnya saja adalah pelitian sejarah Candi Borobudur, Penelitian tentang Kekuasaan Kerjaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, bahkan penelitian mengenai sekarah kemerdekaan NKRI (Negara Republik Indonesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *