Metode Penelitian, Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Ciri-ciri, Teknik, Jenis

Written by hakaze kusaribe · 4 min read >
Metode Penelitian Kuantitatif
Metode Penelitian Kuantitatif

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan suatu pengamatan yang melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka  atau kuantitas. Penelitian kuantitatif ini didasarkan pada perhitungan persentase, rata-rata, chi kuadrat, dan juga perhitungan statistik lainnya.

Pengertian Penelitian Kuantitatif Menurut Para Ahli

Definisi penelitian kuantitatif, menurut pendapat para ahli. Antara lain adalah sebagai berikut:

Kasiram (2008)

Pengertian penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan proses data-data yang berupa angka sebagai alat menganalisis dan melakukan kajian penelitian, terutama mengenai apa yang sudah di teliti.

Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)

Definisi penelitian kuantitatif adalah penelitian yang didasari pada asumsi, kemudian ditentukan variabel, dan selanjutnya dianalis dengan menggunakan metode-metode penelitian yang valid, terutama dalam penelitian kuantitatif.

Suriasumantri (2005)

Arti penelitian kuantitatif  adalah penelitian yang dilakukan dengan kajian pemikiran yang sifatnya ilmiah.Kajian ini menggunakan proses logico-hypothetico-verifikatif pada langkah-langkah penelitian yang dilakukan.

Dari penjelasan dan definisi penelitian kuantitatif  menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian kuantitatif  adalah penelitian yang menggunakan angka dalam proses penghitungan dan pengenalisas hasil penelitian. Anggota yang di diperoleh dalam penelitian jenis ini dengan menentukan populasi dan sempel.

Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif

Ciri-ciri atau karakteristik dari penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

  • Penelitian kuantitatif lebih bersifat spesifik, jelas, dan terperinci.
  • Dalam penelitian kuantitatif ini lebih mementingkan pandangan orang lain.
  • Penelitian kuantitatif lebih menunjukkan hubungan antar variabel
  • Penelitian kuantitatif sering dimulai dengan teori dan hipotesis (deduktif)
  • Komputer, kalkulator dan aplikasi statistik menjadi instrumen inti dalam penelitian kuantitatif
  • Teknik pengumpulan data yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah eksperimen survei, kuisioner, dan angket.
  • Analisis data dilakukan setelah pengumpulan data selesai.
  • Hubungan peneliti dengan sumber informasi memiliki jarak dan berjangka pendek.

Identifikasi Variabel pada Metode Kuantitatif

Identifikasi variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti akan dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang ditelitinya. Memanipulasi variabel juga perlu dilakukan untuk memberikan suatu perlakuan pada variabel bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variabel terikat atau variable yang dipengaruhinya. Melakukan kontrol terhadap variabel tertentu dalam penelitian juga perlu diperhatikan agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel adalah sesuatu yang bisa kita ukur baik berupa pendapat, kepuasan, kinerja, dan lain sebagainya yang sifatnya berubah-ubah. Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau sering juga sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variable dapat dibagi atas dua bagian yaitu:

Variabel bebas (Independent Variable)

Biasa disebut dengan variabel prediksi atau variabel yang sebenarnya atau hand side variables (RHS). Variabel bebas merupakan hasil manipulasi Those that the researcher manipulates.

Variable terikat (Dependent Variable)

Disebut jua dengan variable luaran atau variable yang bukan sebenarnya atau left-hand side variables (LHS).

Validitas dan Reliabilitas pada Metode Kuantitatif

Validitas menunjukkan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat test, maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Jika peneliti menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian, maka item-item yang disusun pada kuesioner tersebut merupakan alat test yang  harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian.

Sama hal dengan uji validitas untuk mengukur reliabilitas sebuah instrumen dapat digunakan beberapa metode seperti split half, alpha cronbach, test retest, rulon, hyot, dan banyak lagi lainnya. 

Pengertian validitas atau kesahihan dan reliabilitas atau keterandalan (yang berarti mengukur sesuatu secara konsisten, apapun yang diukur dan jika pengukuran dilakukan dalam kondisi apapun akan memberikan hasil yang sama) dari data yang dikumpulkan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa suatu alat ukur yang tidak reliable pasti tidak valid begitu pula dengan alat ukur yang reliable belum tentu valid.

Teknik Pengambilan Populasi dan Sempel pada Penelitian Kuantitatif

Populasi dan sampel pada dasarnya diperlukan dalam menjelaskan batasan yang digunakan peneliti dalam menentukan responden. Populasi merupakan objek/subjek yang beredar pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian, khususnya teknik ini dilakukan untuk analisa dalam penelitian kuantitatif.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif merupakan bagian dan populasi yang diperoleh dengan cara-cara tertentu untuk menjadi wakil dan populasi yang akan diteliti. Penentuan sampel harus disesuaikan dengan jumlah populasi karena hasil penelitian dan sampel akan berlaku umum pada populasi.

Langkah-Iangkah memilih sampel dapat dilakukan dengan cara menentukan karakteristik populasi, menentukan teknik pemilihan sampel, menentukan besaran sampel, dan memilih sampel pada penelitian kuantitatif, antara lain sebagai berikut:

1. Sampel acak (random sampling)

Teknik pengambilan sampel yang setiap anggota populasinya memiliki kesempatan sama untuk menjadi anggota sampel.

2. Sampel terstratifikasi (stratified sampling)

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada sampel apabila terdiri atas beberapa tingkat.

3. Sampel rumpun (cluster sampling)

Teknik pengambilan sampel secara acak dengan perbedaan bahwa setiap unit sampelnya merupakan kumpulan atau cluster dan unsur-unsur.

4. Proportional sampling

Cara pengambilan sampel dan tiap-tiap subpopulasi dengan memperhitungkan sub-sub populasi.

5. Area probability sampling

Pengambilan sampel berdasarkan pembagian area.

6. Incidental sampling

Pengambilan sampel secara kebetulan.

7. Quota sampling

Teknik untuk menentukan sampel dan popuasi yang mempunyai kriteria tertentu dalam jumlah tertentu.

Jenis Metode Penelitian Kuantitatif

Jenis-jenis yang terdapat dalam pendekatan kuantitatif, antara lain adalah sebagai berikut:

Eksperimen

Eksperimen adalah jenis penelitian untuk mencari hubungan kausalitas (sebab dan akibat). Pada eksperimen ini peneliti mampu mengontrol atau mengubah tentang besar kecilnya variabel independen (penyebab) dalam penelitian.

Contoh jenis penelitian kuantitatif ekperimen ini misalnya penelitian tentang pemanfaatan minyak atsiri dari ekstraksi limbah kulit jeruk untuk pengendalian lalat buah (bactrocera sp)

Survei

Survei dalam penelitian kuantitatif adalah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang karakteristik, tindakan, dan pendapat yang mewakili populasi melalui kuisioner, angket ataupun wawancara dan peneliti tidak berusaha untuk memberikan perlakuan khusus terhadap variabel pada proses penelitian tersebut.

Contoh penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei adalah penelitian tentang Pengaruh reputasi dan citra merk perusahaan terhadap keputusan pembelian

Deskriptif

Deskriptif adalah suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan angka-angka yang telah diolah sesuai standarisasi yang telah ditentukan. Contoh dalam penelitian ini adalah penelitian tentang Efektifitas penggunaan media kartu kata dalam pembelajaran IPA

Eksplanatif

Eksplanatif adalah suatu jenis penelitian yang bertujuan menjelaskan variabe-variabeI yang memiliki kecenderungan tertentu akibat adanya variabel bebas. Contoh dalam jenis penelitian ini misalnya Uji Efektivitas Sterilisasi dan Desinfeksi Ventilator Mekanik di RSUD Dr. Kariadi

Komparatif

Kompratif adalah jenis penelitian yang berupaya membandingkan dua masalah atau Iebih. Misalnya, dalam bentuk variabel yang sama untuk sampel yang berbeda atau variabel berbeda untuk sampel yang sama.

Contoh jenis penelitian ini, misalnya Perbandingan kerugian pedagang di jakarta dengan pedagang di solo akibat pandemi covid-19.

Eksploratif

Eksploratif adalah jenis penelitian yang bertujuan mengenali variabel dan suatu fenomena sosial yang belum diketahui maknanya. Contoh judul penelitian jenis ini, misalnya saja penelitian mengenai tingkat keberhasilan pemberdayaan generasi muda melalui budidaya cacing tanah (lumbricus rubellus) dalam produk turunan pakan probiotik “ kantik-omega” di Desa Sambirembe, Kecamatan sangiran, kota Padang.

Korelasi

Korelasion adalah jenis penelitian yang bentujuan menyelidiki sejauh mana dampak variasi- variasi suatu faktor yang berkaitan dengan variasi-variasi lain dalam satu faktor atau Iebih. Contoh judul penelitian ini adalah hubungan antara gizi balita dengan tingkat pemahaman ibu tentang gizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *