Metode Analisis Data, Metode Penelitian

Metode Analisis Data Kualitatif dan Kuantitatif

Written by hakaze kusaribe · 3 min read >
Metode Analisis Data
Metode Analisis Data

Dalam proses penelitian, penerapan metode analisis yang digunakan ditentukan oleh apa metode penelitian atau riset yang Anda gunakan. Metode penelitian sendiri dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Nah, karena jenis metode penelitian terbagi ke dalam dua kategori, metode analisis data pun ikut dikelompokkan menjadi analisis data kualitatif dan kuantitatif.

Di dalam ulasan berikut ini, Anda dapat menemukan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan metode analisis data. Dan untuk membantu memperdalam pemahaman Anda, penjelasan berikut ini juga mencakup ringkasan mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan prosedur analisis kualitatif maupun kuantitatif.

Tentang Metode Analisis Data

Secara umum, definisi dari metode analisis data dapat dijelaskan sebagai serangkaian tahap atau proses penelitian, di mana data yang telah dikumpulkan lantas dikelola untuk dapat diolah dengan tujuan agar dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan. Sementara itu, manajemen serta proses pengolahan data itulah yang dikenal sebagai analisis data.

Lantas, bagaimana caranya melakukan analisis data? Secara garis besar, analisis data dilakukan lewat penerapan teknik statistika. Meski demikian, ada juga penelitian yang melakukan analisis data dengan penerapan analisis tematik, seperti koding teks serta interpretasi teks.

Dari penjelasan ringkas di atas, apakah Anda sudah bisa menebak mana yang merupakan analisis data kuantitatif, dan mana yang merupakan analisis data kualitatif? Untuk analisis data yang mempergunakan teknik statistik, proses tersebut merupakan analisis data kuantitatif. Sementara itu, analisis data yang mengaplikasikan analisis tematik lewat koding serta interpretasi teks adalah yang dimaksud sebagai analisis data kualitatif.

Dalam penjelasan di bawah ini, Anda bisa perdalam lagi soal langkah-langkah yang dilakukan dalam masing-masing metode analisis secara umum.

Tahapan Analisis Data Kuantitatif

1. Manajemen Data

Data kuantitatif biasanya masih berwujud sebagai data set yang “mentah” alias “raw”. Nah, di dalam manajemen data kuantitatif, tahapannya adalah untuk mengonversi atau mengubah data set yang masih mentah tersebut agar jadi lebih “matang”. Caranya adalah dengan melakukan clearing alias pembersihan, di mana peneliti akan “membersihkan” data mentah yang dinilai tidak relevan untuk diolah. Karena itu, proses clearing sangat membutuhkan kecermatan, terutama dalam memahami apa yang jadi rumusan masalah dan fokus penelitian. Dengan begitu, tidak ada bias saat data diseleksi.

Begitu yang tersisa hanyalah data “matang” atau bernilai dan dianggap relevan, peneliti kemudian melakukan manajemen data dalam format file yang siap dientri. Biasanya, peneliti akan memanfaatkan program software seperti STATA atau SPSS untuk mengatur data di dalam file. Dalam tahap ini, peneliti juga memeriksa data dari segi kualitas, misalnya apakah ada data yang error atau hilang.

2. Entri Data

Entri data dalam metode analisis data kuantitatif bisa dilakukan baik secara manual maupun dengan menggunakan bantuan komputer. Tahap ini dilakukan dengan tujuan agar proses olah data bisa dilakukan sesudahnya. Sebab, proses entri data merupakan tahap di mana data akan dipindahkan dari instrumen penelitian – misal kuesioner – ke dalam program software untuk dianalisis, apabila entri dilakukan dengan bantuan komputer.

Jika data kuantitatif yang diperoleh sudah merupakan data set, peneliti bisa langsung melakukan cleaning data. Sebab, kasus yang seperti ini biasanya karena peneliti tidak mengumpulkan sendiri data yang masih mentah lewat instrumen penelitian, seperti kuesioner atau angket.

3. Mengaplikasikan Statistika

Apabila entri data ke dalam program software statistik sudah dilakukan, peneliti pun sudah siap untuk menerapkan teknik statistika. Dan dalam metode analisis data kuantitatif, peneliti atau pengolah data harus mampu menguasai tahapan teknis untuk analisis data statistika. Di samping itu, pahami pula cara penggunaan program software statistika yang digunakan. Sebagai contoh, analisis yang dilakukan dengan SPSS tentu akan berbeda dari segi teknis dibandingkan analisis dengan STATA atau program lainnya.

Output atau keluaran dari proses analisis statistik menggunakan program software dapat diolah agar disajikan ke dalam format grafik, diagram, tabel, atau cara lainnya. Meski begitu, sebelumnya peneliti wajib memeriksa terlebih dahulu nilai dari elemen-elemen penting statistika, misalnya chi square, p-value, outliers, dan sebagainya.

Tahapan Analisis Data Kualitatif

1. Manajemen Data

Dalam metode analisis data kualitatif, penelitian biasanya dilakukan lewat wawancara. Di samping itu, observasi partisipatoris adalah instrumen pengumpulan datanya. Dengan demikian, data kualitatif umumnya berupa narasi tekstual (teks), termasuk penelitian kualitatif yang dilakukan dengan mempergunakan analisis wacana sebagai metode penelitian yang digunakan. Artinya, analisis wacana maupun penelitian kualitatif lainnya mempergunakan teks sebagai unit analisisnya.

Karena itu, data yang bukan teks perlu dikonversi menjadi teks terlebih dahulu. Nah, proses inilah yang kita kenal sebagai transkripsi – wawancara yang hasilnya biasanya masih berupa file rekaman video atau audio perlu ditranskrip terlebih dahulu agar nantinya dapat dianalisis. Karena itu, transkripsi menjadi tahap awal yang sama-sama krusial di dalam manajemen data penelitian kualitatif. Di samping transkripsi, translasi juga merupakan proses yang umum diterapkan, tentunya hanya jika data tekstual memang membutuhkan translasi.

2. Koding Data

Seluruh data atau material yang sudah ditranskrip dan menjadi sebuah teks kemudian diolah berdasarkan satu tema tertentu yang dinilai relevan dengan apa yang jadi fokus penelitian. Proses klasifikasi inilah yang disebut sebagai analisis tematik, di mana data tekstual akan diseleksi atau direduksi berdasarkan kebutuhan penelitian. Sedangkan koding merupakan proses identifikasi tema dari hasil transkrip, dan data yang telah dikoding akan dilabeli demi kemudahan proses analisis.

Harap Anda perhatikan bahwa koding adalah proses yang intensif, dan sering kali tidak linear dan tidak bisa langsung selesai dalam satu waktu. Sebab, masing-masing naskah transkrip perlu diperiksa dengan cermat dan berulang. Kemudian, data tertentu perlu dipecah ke dalam bagian-bagian berdasarkan tema dan dilabeli, sehingga analis sering kali perlu melihat kembali naskah transkrip untuk pemeriksaan ulang. Selain itu, peneliti atau analis pun perlu memeriksa rangkaian hasil koding antar-transkrip untuk mendapatkan hubungan antar-teks dengan label berbeda. Jadi, bisa Anda bayangkan bahwa koding merupakan proses bolak-balik dan silang dari transkrip, hasil koding, label, transkrip lain, dan seterusnya hingga tidak ada lagi data relevan yang masih tersisa.

3. Interpretasi Data

Tahap ini sebenarnya telah dilakukan berbarengan dengan koding. Sebab, dalam proses klasifikasi di dalam koding, sebenarnya proses interpretasi data juga sedang dilakukan. Proses untuk memahami data secara interpretative ini menunjukkan unsur subjektivitas peneliti dalam melakukan analisis data kualitatif.

Sama halnya dengan tahapan koding, interpretasi data pun perlu dilakukan berulang-ulang. Data tekstual yang telah dikelompokkan atau diklasifikasi berdasarkan tema yang ada lalu diinterpretasi kembali dalam rangka mencari hubungan antar-tema di dalam kode atau dalam label yang berbeda. Di samping itu, interpretasi juga menunjukkan adanya subjektivitas dalam penelitian. Hanya saja, hal ini adalah kekuatan dari penelitian kualitatif, karena peneliti menjadi bagian instrumen penelitian dan punya peran penting dalam analisis.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah upaya mengurangi data. Pasalnya, peneliti tidak mungkin mengolah seluruh informasi yang diperoleh, sehingga jumlah data perlu dikurangi. Dengan demikian, peneliti pun dapat memahami data dengan lebih rasional dan kritis untuk penelitian.

Dalam penelitian kuantitatif, reduksi data menghasilkan diagram, grafik, tabel, dan sejenisnya untuk menunjukkan hasil pengukuran sebuah fenomena dalam angka. Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, hasil dari reduksi data adalah pengelompokan deskripsi atau narasi secara tematik di dalam laporan penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *