Metode Penelitian, Penelitian Kuantitatif

Membahas Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif, Apa Saja?

Written by hakaze kusaribe · 2 min read >
Ciri-ciri penelitian kuantitatif
Ciri-ciri penelitian kuantitatif

Pada dasarnya, data yang digunakan di dalam penelitian kuantitatif merupakan data berbentuk angka. Contohnya persentase dan statistik. Dan berbeda dari penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif dilakukan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara mengumpulkan data numerik, yang setelahnya dianalisis dengan mempergunakan metode yang berbasis matematis, seperti metode statistik tertentu.

Lalu, apa saja ya ciri ciri penelitian kuantitatif lainnya yang membuat kategori penelitian ini berbeda dari metode penelitian kualitatif? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

8 Ciri Penelitian Kuantitatif

1. Data yang dikumpulkan merupakan data numerik.

Data penelitian yang digunakan sebagai analisis dari hasil penelitian kuantitatif merupakan data yang dikumpulkan dari ukuran sampel maupun populasi yang besar. Kemudian, sampel tersebut dikuantifikasi (menjadi data numerik atau angka), yang dapat dihitung dan diperbandingkan. Dengan mempergunakan analisis statistika, proses pengolahan data numerik pun menjadi lebih objektif termasuk saat di-review, sehingga hasilnya independen dari peneliti, atau tidak dipengaruhi oleh peneliti.

2. Penyajian hasil penelitian dalam format data.

Ciri ciri penelitian kuantitatif yang selanjutnya adalah hasil penelitian yang merupakan angka numerik. Di samping itu, hasilnya dapat diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel, bagan, grafik, pie chart, maupun format lain yang dapat membantu penyajian dan pemahaman data yang lebih baik.

3. Durasi waktu penelitian yang relatif lebih cepat.

Ciri-ciri berikutnya dari penelitian kuantitatif adalah proses analisisnya yang cenderung tidak memakan banyak waktu. Salah satu alasannya adalah karena proses analisis pada penelitian kuantitatif yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan beragam program software (perangkat lunak) statistik, contohnya Microsoft Excel untuk analisis statistika yang relatif mendasar dan sederhana, atau SPSS.

Karena durasi penelitian kuantitatif yang memang relatif lebih singkat, terutama jika dibandingkan dengan penelitian kualitatif, tak heran kalau banyak penelitian untuk skripsi, tesis, hingga disertasi yang dilakukan dengan metode penelitian yang satu ini karena adanya keterbatasan waktu lewat deadline yang sudah ditetapkan. Di samping itu, penelitian kuantitatif juga biasanya memakan lebih banyak waktu untuk proses penyusunan proposal penelitian dibandingkan waktu penelitiannya.

4. Hasil penelitian bisa digeneralisasi.

Penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif memiliki hasil yang dapat digeneralisasi. Hanya saja, tentu selama penelitian memenuhi beberapa syarat. Misalnya data penelitian dipilih berdasarkan sampel yang acak, serta ukuran sampel yang dianggap cukup. Dengan demikian, hasil penelitian dipandang bisa merepresentasikan fenomena yang diteliti secara lebih luas atau global di dunia nyata.

5. Proses pengumpulan data yang lebih cepat.

Salah satu faktor yang menjadi alasan utama mengapa penelitian kuantitatif memakan waktu lebih singkat adalah karena proses pengumpulan datanya yang juga cenderung tidak membutuhkan banyak waktu. Hanya saja, tentu hal ini juga sangat bergantung pada jenis data penelitian seperti apa yang Anda kumpulkan. Karena itu, tak heran juga jika banyak penelitian yang dilakukan dengan metode penelitian yang satu ini, terutama pada penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi.

6. Data yang dikumpulkan dianggap lebih kredibel.

Dalam metode penelitian kuantitatif, data-data yang dikumpulkan dan dipergunakan dipandang dan diyakini lebih kredibel serta dapat diandalkan, terlebih data yang digunakan dalam riset yang dilakukan dengan tujuan untuk proses pembuatan kebijakan maupun pembuatan keputusan, administrasi, hingga untuk kebutuhan evaluasi.

7. Ukuran sampel yang besar.

Penelitian kuantitatif dilakukan dengan melibatkan partisipan dalam jumlah yang besar demi menjamin keterandalan sampel dan hasil penelitiannya nanti. Tentu saja, sampel yang dipilih adalah sampel yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Contohnya dalam penelitian kuantitatif untuk kebutuhan pemasaran, ukuran sampel yang dipilih adalah ukuran yang dipandang mewakili target pasar.

8. Metode penelitian yang terstruktur.

Metode-metode penelitian terstruktur seperti kuesioner, polling, dan survei digunakan dalam penelitian kuantitatif. Dan dengan metode-metode penelitian tersebut, informasi mendalam mengenai preferensi audiens bisa diperoleh. Apalagi dengan hadirnya media sosial yang dapat mempermudah peneliti dalam melakukan metode penelitian yang dipilih seperti survey, yang ditunjukkan lewat kehadiran beragam online tool seperti online survey.

Itulah beberapa ciri ciri penelitian kuantitatif. Semoga bisa membantu Anda semakin memperdalam pemahaman Anda akan penelitian kuantitatif, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *